Berita  

Efek perubahan kondisi kepada tragedi alam di bermacam area

Kondisi Berubah, Bencana Mengganas: Mengurai Tautan Antara Lingkungan dan Tragedi Alam

Dahulu, bencana alam sering dianggap murni fenomena alam yang tak terhindarkan. Namun, kini kita menyaksikan bahwa frekuensi dan intensitas tragedi alam di berbagai belahan dunia telah secara signifikan diperparah oleh perubahan kondisi lingkungan global, didorong oleh aktivitas manusia dan dinamika iklim.

Penyebab dan Mekanisme Perparah:

Pemanasan global memicu pola cuaca ekstrem: curah hujan yang lebih intens menyebabkan banjir bandang, sementara periode kekeringan berkepanjangan memicu kebakaran hutan yang sulit dikendalikan. Kenaikan permukaan air laut mengancam wilayah pesisir dengan abrasi dan banjir rob yang lebih sering. Di sisi lain, deforestasi, urbanisasi masif, dan alih fungsi lahan merusak ekosistem alami, menghilangkan "penyangga" vital seperti hutan dan lahan basah yang seharusnya melindungi kita dari dampak bencana.

Dampak di Berbagai Area:

  1. Kawasan Pesisir: Naiknya muka air laut dan badai yang lebih kuat, akibat suhu laut yang memanas, mengancam permukiman, infrastruktur, dan mata pencarian, memaksa jutaan orang mengungsi.
  2. Pegunungan dan Lereng Bukit: Dengan tutupan hutan yang menipis akibat deforestasi, area ini menjadi sangat rentan terhadap longsor dan banjir bandang saat hujan deras, menghancurkan desa dan infrastruktur di bawahnya.
  3. Area Kering dan Semi-Kering: Perubahan iklim memperpanjang periode kekeringan, memicu krisis air, gagal panen, dan kebakaran lahan besar-besaran yang merusak ekosistem dan mengancam kesehatan manusia.
  4. Perkotaan: Urbanisasi tanpa perencanaan yang matang mengurangi daerah resapan air. Ketika curah hujan ekstrem datang, sistem drainase yang kewalahan menyebabkan banjir parah, melumpuhkan aktivitas dan menimbulkan kerugian besar.

Kesimpulan:

Jelas bahwa tragedi alam bukan lagi murni takdir, melainkan seringkali respons pahit bumi terhadap intervensi kita. Memahami kaitan antara perubahan kondisi lingkungan dan peningkatan bencana alam ini sangat krusial. Ini mendesak kita untuk segera beradaptasi, melakukan mitigasi, dan membangun ketahanan melalui praktik berkelanjutan agar bisa hidup lebih harmonis dan aman di tengah ancaman yang kian nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *