Berita  

Masalah pelanggaran keleluasaan pers serta perlindungan wartawan

Ketika Pena Terancam: Masalah Kebebasan Pers dan Perlindungan Wartawan

Pers adalah pilar keempat demokrasi, penjaga kebenaran, dan mata telinga publik. Namun, perjalanannya di Indonesia dan banyak negara lain kerap diwarnai duri tantangan dan ancaman serius terhadap kebebasannya, sekaligus keselamatan para jurnalisnya.

Ancaman pada Kebebasan Pers:
Masalah pelanggaran keleluasaan pers muncul dalam beragam bentuk. Mulai dari intimidasi, kekerasan fisik maupun verbal, pembatasan akses informasi, hingga sensor halus atau terang-terangan. Pelanggaran ini kerap datang dari pihak-pihak yang merasa terganggu kepentingannya, baik itu oknum pejabat, pengusaha, atau kelompok masyarakat tertentu. Akibatnya, ruang publik untuk informasi yang jujur dan akuntabel menjadi kerdil, menghambat pengungkapan kasus korupsi, pelanggaran HAM, atau kebijakan yang merugikan rakyat.

Urgensi Perlindungan Wartawan:
Wartawan, sebagai ujung tombak pers, menjadi kelompok paling rentan. Mereka seringkali dihadapkan pada ancaman terhadap keselamatan jiwa, kriminalisasi, atau tekanan psikologis saat menjalankan tugas peliputan. Undang-Undang Pers sejatinya memberikan payung hukum yang kuat untuk melindungi mereka, termasuk hak tolak dan imunitas saat bekerja. Namun, penegakannya seringkali lemah atau tumpul di lapangan, meninggalkan wartawan dalam posisi yang tidak aman. Kondisi ini menciptakan iklim ketakutan, menghambat independensi, dan pada akhirnya membungkam suara kritis yang esensial bagi masyarakat.

Membangun Benteng Demokrasi:
Melindungi kebebasan pers dan wartawan bukan hanya tentang melindungi profesi, melainkan menjaga denyut nadi demokrasi itu sendiri. Dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah untuk penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku kekerasan atau intimidasi, peran aktif Dewan Pers dalam advokasi dan penyelesaian sengketa, solidaritas antarwartawan, serta kesadaran publik akan pentingnya peran pers yang bebas. Tanpa pers yang bebas dan wartawan yang aman, informasi akan terdistorsi, akuntabilitas pudar, dan demokrasi akan kehilangan salah satu mata dan telinganya yang paling penting.

Exit mobile version